Tema, Fungsi, dan Nilai Kearifan Lokal dalam Cerita Rakyat Dataran Tinggi Dieng serta Relevansinya dengan Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP/Theme, Function and Local Wisdom in the Folk Stories of the Dieng Plateau and their Relevance in the Study of Indonesia at the Junior Secondary Level

Titi Setiyoningsih

Abstract


Abstrak: Artikel ilmiah ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan: (1) jenis, (2) tema, (3) fungsi, (4) nilai kearifan lokal, dan (5) relevansi cerita rakyat Dataran Tinggi Dieng dengan pembelajaran bahasa Indonesia di SMP. Penelitian ini merupakan penelitian yang menganalisis data hasil wawancara berupa cerita rakyat yang terdapat di Dataran Tinggi Dieng Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo. Penelitian ini merupakan jenis penilitian kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus. Data penelitian ini berupa hasil wawancara mengenai cerita rakyat yang terdapat di kawasan Dataran Tinggi Dieng Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini yaitu teknik wawancara dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling. Validitas penelitian menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teori. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Jenis cerita rakyat Dataran Tinggi Dieng didominasi oleh jenis legenda, dari enam judul cerita rakyat lima di antaranya adalah jenis legenda sedangkan hanya satu yang berjenis mitos, (2) Cerita rakyat Dataran Tinggi Dieng memiliki tema perjalanan dan peran leluhur Dieng, kejahatan tidak akan pernah menang melawan kebajikan, keberadaan istana gaib manfaat menjaga alam dan dampak mengabaikan alam, pengaruh keberadaan makhluk-makhluk gaib penjaga Dieng, perubahan-perubahan tempat yang ada di Dieng, (3) keenam cerita rakyat memiliki fungsi sebagai sarana pendidikan anak, (4) setiap cerita rakyat memiliki nilai kearifan lokal masyarakat Dieng, dan (5) Cerita rakyat Dataran Tinggi Dieng dapat dijadikan bahan dan materi ajar sastra dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas VII semester 1.

Kata kunci: sastra lisan, cerita rakyat, Dataran Tinggi Dieng, pembelajaran bahasa Indonesia.


Keywords


sastra lisan, cerita rakyat, Dataran Tinggi Dieng, pembelajaran bahasa Indonesia.

Full Text:

PDF

References


Alhaidari dan Bhanegaonkar. 2012. “Meaning, Origin and Functions of Myth: A Brief Survey”. International Journal of Social Science Tomorrow Vol. 1, No. 3: 1-6.

Batari, Tolla, & Tang. 2015. “Development of Teaching Materials Based on Indonesian Folktale in Gowa District”. Journal of Language Teaching and Research, Vol. 6, No. 6: 1216-1224.

Dafalla, M. Mohamed. 2015. “Interpretations of a Sudanese Folktale”. American International Journal of Contemporary Research Vol. 5, No.: 161-168.

Danandjaja, James. Danandjaja, James. 1995. “A Comparative Study of Japanese and Indonesian Folklores”. Southeast Asian Studies, Vol. 33, No.3.

_______________. 2007. Folklor Indonesia; Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Emzir dan Rohman. 2015. Teori dan Pengajaran Sastra. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Huck dan Kiefer. 2010. Charlotte Huck’s Children Literature. New York: Mc Graw Hill.

Herminingrum dan Majid. 2016. “Seizing Local Wisdom: Looking Closer Into Javanese Folklore Through Jamasan Keris Ritual” International Journal of Social and Local Economic Governance (IJLEG) Vol. 2, No. 1: 40-48.

Humaeni. 2012. “Makna Kultural Mitos dalam Budaya Masyarakat Banten”. Indonesian Journal of Social and Cultural Anthropology Vol. 33 No. 3: 159-179.

Koentjaraningrat. 1981. Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Jakarta: PT. Dian Rakyat

______________. 1984. Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai Pustaka.

Mertadiwangsa, Adisarwono. 2013. Banjarnegara: Sejarah dan Budayanya Objek Wisata dan Seni Budayanya. Banjarnegara: Pemerintah Kabupaten Banjarnegara.

Peursen, C.A. Van. 2009. Strategi Kebudayaan. Terj. Dick Hartoko. Yogyakarta: Kanisius.

Rahmanto. 1988. Metode Pengajaran Sastra. Yohyakarta: Kanisius.

Sukatno, Otto. 2004. Dieng Poros Dunia: Menguak Jejak Peta Surga yang Hilang. Yogyakarta: IRCiSoD.

Supeno. 2016. Inilah Dieng: Pesona, Potensi, Misteri. Banjarnegara: Pemerintah Kabupaten Banjarnegara.

Suroto. 1989. Apresiasi Sastra Indonesia. Jakarta: Erlangga.

Sutopo. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Surakarta: UNS Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Titi Setiyoningsih

Aksara: International Journal of Indonesian Literature